Doa Terima Yesus dan Shibghah bagi Muslim

Mungkin bagi sebagian muslim yang telah percaya kepada Isa Almasih sebagai Tuhan dan Juruselamat dan telah bertekad bulat untuk menjadi pengikutNya, bisa jadi bab ini adalah panduan yang terpenting. Bila bab ini diikuti dengan seksama, anda akan merasa nyaman menjadi pengikut Isa. Tidak ada lagi yang dapat menghalangi anda menjadi sewarga Kerajaan Sorga bersama-sama dengan seluruh umat yang percaya kepada Isa Almasih atau Yesus Kristus – Dia yang adalah Tuhan dan Juruselamat itu sendiri, tidak memandang agama, warna kulit, kedudukan, pangkat, garis keturunan, suku, bahasa, atau apa pun juga, sesuai dengan sabdaNya:

Aku (Isa) bersabda kepadamu: Banyak orang akan datang dari Timur dan Barat dan duduk makan bersama-sama dengan Abraham, Ishak dan Yakub di dalam Kerajaan Sorga

(Matius 8:11)

 Foto muslim Terima Yesus

Mereka itu, yang datang dari Timur dan Barat adalah mereka yang sudi membuka dirinya ketika Yesus mengetuk pintu hati mereka untuk masuk, seperti ada tertulis:

Lihat, Aku (Isa) berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku.

(Wahyu 3:20)

Oleh karena itu, mari kita berdoa:

“Ya Isa, Engkau telah mengetok hatiku dan aku mendengar suaraMu, aku buka pintu hatiku untukMu, masuklah ke dalam hatiku. Pimpinlah hidupku agar aku serupa denganMu. Aku mau Engkau menjadi Tuhan dan Juruselamatku. Aku percaya kelak aku akan bertemu denganMu di surga nanti. Aku akan mendapatkanmu dan makan bersama-sama denganMu di sorga. Terima kasih ya Isa, terima kasih ya Yesus.”

Ucapkan dengan tulus, bukan karena paksaan. Juga, tidak perlu doa tersebut disaksikan. Tidak seperti pengucapan dua kalimat syahadat yang perlu disaksikan dua orang saksi (kita akan bicarakan masalah ini nanti di bab “Bertumbuh menjadi Murid”). Mengapa? Sebab itu adalah keputusan pribadimu. Siapa yang bisa tahu hatimu kecuali Dia sang Maha Tahu.

Setelah berdoa membuka pintu hati agar Isa/Yesus masuk ke dalam hatimu, jangan buru-buru melakukan hal yang lain. Nikmati dulu sejenak. Rasakan aliran sejuk, indah, bahagia masuk ke dalam hatimu. Setelah itu bila hatimu akan seperti mau menangis, menangislah, karena seruan hatimu telah dijawab dan engkau sudah merespon dengan mengundangNya masuk. Bila rasanya hendak berkata-kata tapi seperti tidak beraturan, serukan tangisan ucapan syukurmu dengan ucapan yang tidak terkatakan. Biarkan lidahmu mengucapkan kata-kata yang tidak dimengerti manusia, hanya Tuhan saja yang mengerti. Nikmati hingga reda, hingga engkau dapat mengontrol kembali emosimu, tangisanmu, atau ucapanmu. Itu adalah kerinduan jiwamu yang telah lama dan kini terobati. Engkau telah bertemu dengan Sang Pencipta Hidup. Setelah reda bangkitlah. Berdirilah di atas kedua kakimu dan lompatlah setinggi-tingginya. Engkau telah mengundang Yesus masuk ke dalam hatimu. Rasakan kebahagian itu memuncak, sebuah kasih mula-mula. Kini masuk ke dalam tindakan iman berikutnya yaitu baptis atau shibghah. Sebelum melakukan shibghah, mari kita runut kembali ke dalam ayat di dalam Alkitab agar kita mengerti apa yang dikehendaki Allah dengan shibghahdan mengapa Allah ingin kita semua mengalami celupanNya. Kehadiran Yesus, yang adalah Firman/Ucapan dan Roh Allah itu sendiri, ke dalam dunia diawali dengan kehadiran Nabi Yahya, atau yang dikenal di Alkitab dengan Yohanes Pembaptis, untuk membedakan nama Yohanes yang satu ini dengan nama Yohanes yang adalah murid Isa. Mengenai Yohanes Pembaptis, Allah telah mengutusnya dan dia adalah seseorang yang diutus Allah untuk meluruskan jalan bagiNya

Sesungguhnya dialah yang dimaksudkan nabi Yesaya ketika ia berkata: “Ada suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya.”

(Matius 3:3)

Bagaimana cara Nabi Yahya meluruskan jalan bagi Tuhan? Dengan cara men-shibghah orang-orang Yahudi yang datang kepadanya, mengaku dosanya, dan di-shibghah/ dicelup ke dalam sungai Yordan (lihat kembali pembahasan shibghah di bab sebelum ini). Apakah Nabi Yahya murid dari Isa? Alkitab mencatat apa yang disabdakan oleh Isa sebagai berikut:

Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak pernah tampil seorang yang lebih besar dari pada Yohanes Pembaptis, namun yang terkecil dalam Kerajaan Sorga lebih besar dari padanya.

(Matius 11:11)

Maka, Matius 11:11 adalah saksi bahwa Yohanes Pembaptis belumlah menjadi murid Isa karena murid Isa yang terkecil masih lebih besar dari Yohanes Pembaptis, yang merupakan yang terbesar yang pernah dilahirkan oleh seorang ibu (bukan perawan seperti Maria yang melahirkan Yesus – red).

Dengan dasar ayat Matius 11:11 ini maka siapa saja bisa membaptis atau men-shibghah anda. Tentu bila memungkinkan carilah mereka yang sudah menjadi murid Isa dan hidupnya telah menjadi teladan, untuk men-shibghah anda. Bila memungkinkan juga, tanyalah sebanyak-banyaknya kepada murid-murid Isa yang bisa anda temui sebelum anda di-shibghah. Bahkan bila waktu mengijinkan gunakan waktu yang diberikan untuk mempelajari secara singkat ayat-ayat yang disertakan dalam panduan ini sebelum anda di-shibghah. Tetapi bukan ini masalahnya, bukan? Seperti telah disebutkan di atas, ketika doa sudah dipanjatkan dan tindakan iman berupa shibghah/ baptis diperlukan maka panduan ini dapat diikuti.

Sekali lagi, bila memungkinkan dikemudian hari ternyata ada kesempatan untuk melakukannya lagi, lakukanlah, baik di muka umum, ataupun secara rahasia, dengan murid Isa yang sungguh meneladani sunnah Isa. Lakukanlah lagi, supaya kesaksianmu menguatkan yang lain.

Shibghah berikut ini, yang diajarkan dalam panduan ini, bertujuan agar keselamatan yang sekarang anda miliki menjadi hal yang mutlak atau yang pasti yang anda miliki, sehingga tidak lagi ada tuduhan dari pihak manapun, tidak dari si jahat, tidak dari bisikan hati yang masih berdosa, tidak dari kecelakan maut yang mungkin akan mengambil nyawamu sebelum dirimu sempat dibaptis, tidak oleh apapun. Oleh karena itu segeralah untuk memenuhi panggilan Isa untuk dibaptis dengan mengikuti panduan ini. Katakan, bahwa anda mengalami perjumpaan dengan Isa Almasih dan anda menceritakan pengalaman anda dengan istri/suami sendiri, atau kakak/adik, atau ayah/ibu teman dekat/handai taulan dan anda bersama mereka ingin menjadi pengikut Isa tanpa melibatkan orang lain lagi karena anda dan rekan anda ingin merahasiakan identitas kalian tanpa dapat diketahui siapapun maka kalian dapat saling men-shibghah. Dalam hal yang satu ini yaitu dalam kasus anda dapat menemukan teman untuk shibghahlakukan langkah-langkah berikut ini:

  1. Pertama, akuilah kepada teman shibghah-mu, segala dosa masa lampau yang diingatkan Tuhan. Misalkan, pernah terlibat narkoba, pernah pornografi, pernah masturbasi, pernah mencuri, pernah melawan orang tua, pernah seks bebas, pernah selingkuh. Termasuk juga memiliki jimat-jimat, ilmu hitam, ilmu perdukunan, penyembahan berhala, pernah semedi di kuburan, ditanam susuk, dan segalanya. Akui semuanya itu di hadapan temanmu, dan panjatkanlah doa pertobatan serta janji untuk hidup kudus.
  2. Berdoalah minta ampun dan berjanjilah di hadapan temanmu seperti ini “Aku tidak mau berbuat dosa lagi. Aku ingin suci seperti Isa Almasih. Dengan pertolonganMu, aku sanggup hidup suci.” Mintalah tolong kepada temanmu agar dirimu di-shibghah seperti Isa di-shibghah.
  3. Setelah langkah pertama dan kedua dilakukan, lalu carilah kolam renang yang cukup bersama teman anda agar anda dapat mencelupkan seluruh tubuh anda. Benamkanlah tubuh anda di bagian yang dalam sehingga seluruh tubuhmu tercelup, dan mintalah temanmu ini mengucapkan: “Engkau ku-shibghah di dalam nama Isa Almasih/Yesus Kristus, Anak Allah yang hidup”. Dasar ayat untuk ucapan dari teman shibghah-mu ini adalah dari Alkitab kisah Para Rosul:

Sebab Roh Kudus belum turun di atas seorangpun di antara mereka, karena mereka hanya dibaptis dalam nama Tuhan Yesus.

(Kisah Para Rosul 8:16)

Setelah shibghah air ini, engkau akan menerima baptisan Roh Kudus agar engkau dapat bertumbuh menjadi muridNya. Atau dapat pula dengan mengucapkan: “Engkau ku-shibghahdi dalam nama Bapa, Anak, dan Roh Kudus”. Dasar untuk ucapan ini terambil dari sabda Isa:

Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus

(Matius 28:19)

Kedua pengucapan tersebut bermakna sama, dan keduanya telah diterapkan semenjak murid Isa pada awalnya mulai pergi membaptis. Pengucapan yang kedua ini juga adalah shibghah/ baptisan air dan akan dilanjutkan oleh Roh Kudus sendiri menuju baptisan Roh Kudus dalam pertumbuhan iman menjadi seorang murid (penjelasan pada bab berikutnya “Bertumbuh sebagai Murid” – red).

  1. Sebaliknya bila teman atau rekan anda yang sudah men-shibghah anda juga rindu untuk mengalami hal yang serupa, maka lakukan langkah ke-3 di atas, tentu dengan catatan langkah pertama dan kedua telah dilakukannya. Bila belum lakukanlah pengakuan dosa dan doa pertobatan tersebut di pinggir kolam atau di tempat yang agak tersembunyi sebelum langkah ke-3 dilakukan.
  2. Lakukan shibghah sesegera mungkin, agar kepastian masuk sorga menjadi mutlak milikmu tanpa ada lagi yang bisa mengganggu gugat, atau menghalangi, sehingga bila pun setelah ini Tuhan memanggil nyawamu kembali, maka dengan berani kita akan menghadap tahtaNya. Puji Tuhan.

Langkah 1 hingga 5 di atas adalah dalam hal anda bisa menemukan teman yang bersedia men-shibghah secara rahasia. Lalu bagaimana dengan hidup di Indonesia yang katakan mayoritas muslim, dan di tempat atau di desa anda tinggal tidak ada lagi yang bisa anda percaya untuk bisa merahasiakan identitas anda? Sekali lagi puji Tuhan dengan segala kemajuan pemahaman dan urapan yang turun dari sorga atas penulis dalam membuat panduan ini. Intinya, apabila mencari teman shibghah pun adalah sesuatu yang sangat mustahil untuk dilakukan, lakukanlah shibghah itu secara pribadi. Dengan kata lain, lakukanlah shibghah bersama Yesus. Bagaimana caranya? Lakukan seperti Langkah 1 hingga 5, kecuali yang kita minta di sini untuk melakukan shibghah atas diri anda adalah langsung Tuhan Yesus sendiri. Dengan langkah ke-1 hingga ke-3 seperti di atas, lakukan segenap hatimu. Begitu sungguh-sungguh sehingga hadirat Yesus betul-betul dapat anda rasakan. Panjatkan pengakuan dosa sebagai langkah pertama dengan mengakui seluruh dosa yang pernah dilakukan. Dari dosa besar, hingga dosa kecil. Akuilah semuanya di hadapan Yesus. Lanjutkan dengan langkah ke-2, panjatkan doa pertobatan, penyesalan yang mendalam dan janji untuk tidak mengulanginya lagi, untuk hidup kudus bersama Yesus. Lalu langkah ke-3, ajak Yesus menemanimu ke kolam yang cukup untuk membenamkan dirimu sambil meminta Yesus untuk membaptismu dalam namaNya. Lakukan bersama Yesus sampai engkau bisa mendengar kata-kata Yesus dengan jelas membaptismu, “Aku baptis engkau …. (dia akan menyebut namamu – karena Dia Allah yang hidup) di dalam-Ku” Sekali lagi, langkah shibghah pribadi dengan Yesus adalah merupakan cara terakhir. Dengan cara ini engkau akan memiliki kepastian masuk sorga. Bagi sebagian orang langkah ini adalah langkah yang aneh, tetapi ingatlah, engkau perlu di-shibghah, engkau perlu dibaptis agar keselamatan menjadi milikmu yang pasti:

Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum.

(Markus 16:16)

Setelah menerima Yesus masuk dalam hatimu dan shibghah, maka bertumbuhlah selayaknya seorang murid.

Advertisements

About sahabatkebenaran

Berbagi cerita tentang kebenaran yang hakiki yaitu kebenaran yang tetap benar dulu sekarang besok hingga kiamat ketika dunia tidak ada lagi.
This entry was posted in Uncategorized and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s