Dasar ayat untuk Terima Yesus dan Shibghah (Baptis) bagi Muslim

Jesus Blood

Walaupun materi ini ditujukan bagi muslim yang sudah percaya kepada Isa Almasih, ada baiknya pemaparan ayat-ayat berikut ini diulang lagi secara singkat untuk menguatkan fakta bahwa Isa Almasih adalah satu-satunya cara yang tersisa untuk masuk ke surga, satu-satunya Tuhan yang menyelamatkan, satu-satunya Juruselamat, dan semua yang bertolak-belakang adalah upaya iblis untuk menjauhkan anda dari surga.

Pertama-tama, Quran memberi kesaksian bahwa Isa Almasih adalah jalan yang lurus, yang merupakan jawaban bagi mereka yang selalu berdoa siang malam mencari jalan yang lurus, sesuai dengan ayat Quran:

Dan sungguh, Dia (Isa) benar-benar memberikan pengetahuan tentang hari Kiamat (terj. YPPA: menjadi pertanda akan datangnya hari Kiamat). Karena itu janganlah kamu ragu-ragu tentang (hari Kiamat) itu dan ikutlah Aku. Inilah jalan yang lurus.

”Wa innahu la’ilmul lis-sa’ati fa la tamtarunna biha wattabi’un, haza siratum mustaqim”

(Qs. 43 Az-Zukhruf 61)

Pernyataan itu dipertegas oleh Surat 3 (Ali ’Imran) ayat 45 yang menyatakan bahwa Isa Al-Masih merupakan yang terkemuka di dunia dan di akhirat:

(Ingatlah), ketika para malaikat berkata, ”Wahai Maryam! Sesungguhnya Allah menyampaikan kabar gembira kepadamu tentang sebuah kalimat (firman) dari-Nya, (yaitu seorang putra), namanya Al-Masih Isa putra Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan orang yang paling dekat pada Allah (terj. YPPA : dan termasuk orang-orang yang didekatkan kepada Allah).

”Iz qalatil-mala’ikatu ya maryamu innallaha yubasysyiruki bi kalimatim minhusmuhul-masihu isabnu maryama wajihan fid-dun-ya wal-akhirati wa minal-muqarrabin”

(Qs. 3 Ali Imran 45)

Pernyataan ini kembali dipertegas oleh Surat 43 (Az-Zukhruf) ayat 63:

Dan ketika Isa datang membawa terang (terj. YPPA : membawa keterangan), dia berkata : ”Sungguh, aku datang kepadamu dengan membawa hikmah, dan untuk menjelaskan kepadamu sebagian dari apa yang kamu perselisihkan; maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku.

”Wa lamma ja’a isa bil-bayyinati qala qad ji’tukum bil-hikmati wa li’ubbayina lakum ba’dallazi takhtalifuna fih, fattaqullaha wa ati’un”

(Qs. 43 Az-Zukhruf 63)

Bahkan lebih jauh lagi beberapa Hadist mengatakan bahwa Isa Al-Masih akan turun kembali pada hari kiamat untuk menjadi Hakim yang Adil (Imam Mahdi) yaitu untuk mengadili orang yang hidup dan yang mati:

Bersabda Muhammad SAW. “Demi Allah, sungguh Isa Putra Maryam akan turun (datang) selaku Hakim yang Adil”

(Hadist Muslim Jilid 1 hal. 76)

Bagaimana halmu apabila Isa putra Maryam turun dan iman dari kamu

(Hadist Bukhari dari Abu Huraihah jld. 2 hal. 256)

Tidak ada Imam Mahdi selain Isa Putra Maryam

”Laa mahdia illa isabnu Maryama”

(Hadist Ibnu Majah)

Isa Almasih akan turun menjadi hakim yang adil

(Hadist nabi kitab Al-Iman 69)

Posisi dan status yang hanya ada pada Isa Al-Masih, tidak ada satu nabi pun di dunia yang mendapatkan posisi sekuat Isa.

Tetapi setiap orang muslim yang berupaya untuk mempercayai Isa Almasih sebagai Tuhan dan Juruselamatnya akan menjumpai tantangan dari umat Muslim lainnya yang mengatakan bahwa Isa bukanlah Tuhan tetapi manusia biasa yang juga didasarkan dari Quran yang sama, yang antara lain terambil dari beberapa ayat seperti:

73.    Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan: “Bahwasanya Allah salah seorang dari yang tiga”, padahal sekali-kali tidak ada Tuhan selain dari Tuhan Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang yang kafir diantara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih.

74.    Maka mengapa mereka tidak bertaubat kepada Allah dan memohon ampun kepada-Nya ?. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

75.    Al Masih putera Maryam itu hanyalah seorang Rasul yang sesungguhnya telah berlalu sebelumnya beberapa rasul, dan ibunya seorang yang sangat benar, kedua-duanya biasa memakan makanan. Perhatikan bagaimana Kami menjelaskan kepada mereka (ahli kitab) tanda-tanda kekuasaan (Kami), kemudian perhatikanlah bagaimana mereka berpaling (dari memperhatikan ayat-ayat Kami itu).

(Qs. 5 Al Maa’idah 73-75)

Dan juga dari:

116.  Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman: “Hai Isa putera Maryam, adakah kamu mengatakan kepada manusia: “Jadikanlah aku dan ibuku dua orang tuhan selain Allah?.” Isa menjawab: “Maha Suci Engkau, tidaklah patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku (mengatakannya). Jika aku pernah mengatakan maka tentulah Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada diri Engkau. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui perkara yang ghaib-ghaib

(Qs. 5 Al Maa’idah 116)

Ayat-ayat tersebut selain menimbulkan kesan bahwa orang Nasrani Allahnya ada tiga, juga mengesankan bahwa Isa bukanlah Tuhan. Bahkan sebutan atau gelar yang diberikan Alkitab bahwa Yesus adalah Anak Allah dipandang umat muslim sebagai hujatan terhadap Allah, menurut ayat-ayat Al Quran berikut ini:

116.  Mereka (orang-orang kafir) berkata: “Allah mempunyai anak”. Maha Suci Allah, bahkan apa yang ada di langit dan di bumi adalah kepunyaan Allah; semua tunduk kepada-Nya.

(Qs. 2 Al Baqarah: 116)

68.    Mereka (orang-orang Yahudi dan Nasrani) berkata: “Allah mempunyai anak.” Maha Suci Allah; Dia-lah Yang Maha Kaya; kepunyaan-Nya apa yang ada di langit dan apa yang di bumi. Kamu tidak mempunyai hujjah tentang ini. Pantaskah kamu mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui?

(Qs. 10 Yunus: 68)

35.    Tidak layak bagi Allah mempunyai anak, Maha Suci Dia. Apabila Dia telah menetapkan sesuatu, maka Dia hanya berkata kepadanya: “Jadilah”, maka jadilah ia.

(Qs. 19 Maryam: 35)

91.    Allah sekali-kali tidak mempunyai anak, dan sekali-kali tidak ada tuhan (yang lain) beserta-Nya, kalau ada tuhan beserta-Nya, masing-masing tuhan itu akan membawa makhluk yang diciptakannya, dan sebagian dari tuhan-tuhan itu akan mengalahkan sebagian yang lain. Maha Suci Allah dari apa yang mereka sifatkan itu,

(Qs. 23 Al Mu’minuun: 91)

171.    Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al Masih, Isa putera Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nyayang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan: “(Tuhan itu) tiga”, berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah menjadi Pemelihara.

(Qs. 4 An Nisaa’: 171)

Tetapi ayat-ayat tersebut yang menentang Isa Almasih sebagai Tuhan tidak akan meluruhkan seseorang yang sudah bertemu Yesus secara pribadi. Orang yang sudah berdoa dan dijumpai Isa Almasih secara langsung tahu betul bahwa Ia adalah Tuhan dan Juruselamat. Damai yang dibawaNya, Kasih yang dibawaNya, tidak ada yang dapat menyangkal. Karena kedatanganNya ke dalam dunia sendiri adalah ghaib, Isa Al-Masih (Yesus) yang adalah Firman Allah yang menjelma jadi manusia (Al-Qur’an dan Hadist sama-sama mengatakan begitu juga), seperti tertulis di dalam Alkitab, yaitu lahir melalui kehamilan Maria melalui kuasa Roh Allah (Matius 1:18 ; Lukas 1:35). Sebenarnya Al-Qur’an juga menjelaskan peristiwa kehamilan Maryam dan kelahiran Isa sama seperti yang disebutkan Alkitab tersebut. Allah menghembuskan Ruh Allah kedalam tubuh Maryam dan Maryam menjadi hamil oleh kekuasaan Allah (Qs. 21 Al Anbiyaa’ 91).

91.    Dan (ingatlah kisah) Maryam yang telah memelihara kehormatannya, lalu Kami tiupkan ke dalam (tubuh)nya ruh dari Kami dan Kami jadikan dia dan anaknya tanda (kekuasaan Allah) yang besar bagi semesta alam.

(Qs 21 Al Anbiyaa’ 91)

Isa itu sesungguhnya Roh Allah dan FirmanNya.

”Isa faa innahu Rohullah wa kalimatuhu”

(Hadist Anas bin Malik hal. 72)

Mereka yang telah bertemu Isa Almasih dan disembuhkan dari kerasukan setan, disembuhkan dari penyakit keturunan, kanker, lumpuh, buta, tuli, bisu, tahu betul bahwa Isa/Yesus adalah Tuhan dan Juruselamat. Sebab setan-setan atau ruh-ruh jahat juga dapat mengenal siapa yang berada di dalam sosok Isa (Yesus). Setan atau ruh tersebut mengenal Isa sebagai Anak Allah (Lukas 4 : 41).

31     Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus.

32     Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya,

34     Kata Maria kepada malaikat itu: “Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?”

35     Jawab malaikat itu kepadanya: “Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah.

(Lukas 1 : 31-35)

7        Maka datanglah awan menaungi mereka dan dari dalam awan itu terdengar suara: “Inilah Anak yang Kukasihi, dengarkanlah Dia.”

(Markus 9:7)

41     Dari banyak orang keluar juga setan-setan sambil berteriak: “Engkau adalah Anak Allah.” Lalu Ia dengan keras melarang mereka dan tidak memperbolehkan mereka berbicara, karena mereka tahu bahwa Ia adalah Mesias

(Lukas 4 : 41)

Yang terakhir yang mau kami bicarakan dalam bagian ini adalah keberatan umat Muslim terhadap umat Nasrani karena umat Nasrani mengatakan bahwa Isa (Yesus) adalah Tuhan. Sementara bagi umat Muslim, Isa Al-Masih adalah hanya manusia, seorang nabi, yaitu nabi yang ke-24.

Penyebutan istilah Tuhan bagi Isa (Yesus) di dalam Alkitab berasal dari kata “Kurios” yang artinya : Tuan atau Penguasa. Ini berbeda dengan kata “Theos” yang sering digunakan untuk menyebut Allah. Disebabkan semua pengorbanan yang telah dilakukan Isa (Yesus), Allah sangat meninggikan Isa dan mengaruniakan kepadanya gelar sekaligus posisi Penguasa atas segala sesuatu, baik yang ada di surga maupun di bumi.

9      Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama,

10   supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi,

11   dan segala lidah mengaku: “Yesus Kristus adalah Tuhan,” bagi kemuliaan Allah, Bapa!

(Filipi 2:9-11)

Kalau kita menyimak apa yang dikatakan oleh Al-Qur’an dan Hadist, sebenarnya cukup banyak ayat Al-Qur’an maupun Hadist yang memperlihatkan bahwa status maupun posisi Isa Al-Masih adalah sangat tinggi, bahkan merupakan Penguasa.

Kita lihat dan kita bahas beberapa di antaranya:

61   Dan sesungguhnya Isa itu benar-benar memberikan pengetahuan tentang hari kiamat. Karena itu janganlah kamu ragu-ragu tentang kiamat itu dan ikutilah Aku. Inilah jalan yang lurus.

(Qs. 43:61), (terjemahan lama)

”Wa innahu la’ilmul lis-sa’ati fa la tamtarunna biha wattabi’un, haza siratum mustaqim”

(Qs. 43 Az-Zukhruf: 61)

Siapa yang mengetahui hari kiamat?

Siapa yang memiliki pengetahuan tentang hari kiamat?

Menurut Qs. 33 Al-Ahzab 63, yang punya pengetahuan tentang hari Kiamat adalah Allah. Namun Qs.43 Az-Zukhruf 61 mengatakan bahwa Isa Al-Masih memiliki pengetahuan atau mengetahui  tentang hari kiamat.

(Ingatlah), ketika Allah berfirman: “Hai Isa, sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepada-Ku serta membersihkan kamu dari orang-orang yang kafir, dan menjadikan orang-orang yang mengikuti kamu di atas orang-orang yang kafir hingga hari kiamat. Kemudian hanya kepada Akulah kembalimu, lalu Aku memutuskan diantaramu tentang hal-hal yang selalu kamu berselisih padanya”

(Qs. 3  Ali Imran 55)

Siapakah yang akan dipisahkan dari orang-orang kafir dan dijadikan diatas orang-orang kafir? Jawabnya : para pengikut Isa.

Kalau begitu apakah pengikut Isa adalah orang kafir? Jawabnya : tidak. Pengikut Isa dipisahkan dari orang-orang kafir.

Lalu siapa itu orang-orang kafir? Jawabnya adalah : orang-orang di luar pengikut Isa.

(Ingatlah), ketika para malaikat berkata: “Wahai Maryam, Sesungguhnya Allah menyampaikan kabar gembira kepadamu tentang sebuah kalimat (firman) dari-Nya, (yaitu seorang putra), namanya Al-Masih Isa putra Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat, dan termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah)

(Qs. 3 :Ali ‘Imran 45)

Siapakah yang berkuasa di dunia dan di akhirat? Jawabannya tentu saja Allah. Namun Qs. 3 Ali Imran 45 mengatakan bahwa Isa Al-Masih terkemuka di dunia dan di akhirat.

Qs. 3 Ali Imran 45 juga memberitahu kita bahwa Isa Al-Masih adalah Kalimatullah yang menjelma (nuzul) menjadi manusia. Pernyataan ini didukung oleh Hadist berikut :

Isa itu sesungguhnya Roh Allah dan FirmanNya.

”Isa faa innahu Rohullah wa kalimatuhu”

(Hadist Anas bin Malik hal. 72)

Di penghujung hidup nabi Muhammad, beliau berdoa kepada Allah sebagaimana yang tertulis dalam Hadist di bawah ini :

“Wahai Tuhan! Ampunilah saya! Kasihanilah saya dan hubungkanlah saya dengan Teman yang Maha Tinggi (Isa Al-Masih)

(Hadist Shahih Bukhari 1573)

Dalam hadist di atas, nabi Muhammad menyebut Isa sebagai Teman Yang Maha Tinggi.  Di hadist  itu status serta posisi Isa Al-Masih adalah : Yang Maha Tinggi. Rasullulah memohon agar setelah dia wafat, dia dibawa kepada Isa atau dijinkan bertemu dengan Isa.

Bersabda Muhammad SAW. “Demi Allah, sungguh Isa Putra Maryam akan turun (datang) selaku Hakim yang Adil”

(Hadist Muslim Jilid 1 hal. 76)

Bagaimana halmu apabila Isa putra Maryam turun dan iman dari kamu

(Hadist Bukhari dari Abu Huraihah jld. 2 hal. 256)

Isa Almasih akan turun menjadi hakim yang adil.

(Hadist nabi kitab Al-Iman 69)

Tidak ada Imam Mahdi selain Isa Putra Maryam

”Laa mahdia illa isabnu Maryama”

(Hadist Ibnu Majah)

Kalau kita simak, semua ayat Al-Qur’an serta Hadist di atas sangat kental menggambarkan status dan posisi Isa-Almasih sebagai Penguasa yang sangat tinggi, bahkan Yang Maha Tinggi. Al-Qur’an dan Hadist mengatakan : Isa mengetahui hari kiamat, Isa terkemuka di dunia dan di akhirat, Isa itu adalah Kalimatullah yang menjelma menjadi manusia,  Isa merupakan (Teman) Yang Maha Tinggi, pengikut Isa dipisahkan dan diangkat diatas orang-orang kafir dan Isa akan datang (turun) dari surga pada hari Kiamat sebagai Imam Mahdi atau Hakim Yang Adil.

Dapat kita lihat bahwa Al-Qur’an dan Hadist sendiri menggambarkan Isa sebagai Penguasa di dunia dan di akhirat atau sama dengan istilah “Kurios” yang digunakan oleh Injil atau Alkitab saat menyebutkan ke-Tuhanan Isa (Yesus).

Oleh sebab itu, kiranya sudah tidak ada keraguan lagi. Kebulatan tekad anda untuk menerima Isa Almasih atau Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat sudah tidak dapat dibendung lagi, sebab dasarnya kokoh, bagaikan dibangun di atas batu karang (Matius 16:18) dimana maut tidak akan dapat menguasai.

Setelah anda kuat dengan dasar iman saudara, ada satu tindakan iman lagi yang perlu menyertai mereka yang sudah percaya kepada Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, yaitu dibaptis, sesuai dengan firman berikut ini, yang merupakan sabda dari Isa sendiri:

Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum.

(Markus 16:16)

Sebab barang siapa walaupun sudah percaya tetapi belum dibaptis, maka orang tersebut belum tentu selamat.

Seperti telah diutarakan di awal tulisan ini bahwa tujuan dari “Panduan Terima Yesus dan Shibghah bagi Kaum Muslim” adalah memberikan jalan keluar bagi umat muslim yang sudah percaya kepada Isa Almasih/Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat yang karena kondisi dan keadaan terpaksa untuk menyembunyikan identitasnya. Lalu bagaimana dengan sabda Isa mengenai baptis di atas dapat diberlakukan bagi kaum muslim?

Tradisi gereja melakukan baptis di depan jemaat. Mereka yang telah percaya kepada Yesus dan telah bertekad bulat akan dibaptis dalam nama Bapa, Putra, dan Roh Kudus, atau di dalam nama Yesus Kristus. Hal tersebut disaksikan banyak orang agar menjadi kesaksian. Baptis sendiri diambil dari bahasa Yunani, baptiso, yang berarti diselam, dicelup, dicuci, atau dipermandikan, sehingga ada gereja yang menganut bahasa daerah seperti bahasa Jawa mempergunakan istilah permandian untuk padanan kata baptis.

Bagaimana dengan Isa sendiri, apakah Ia yang adalah Tuhan dan Juruselamat dibaptis?

Isa sendiri yang adalah Tuhan dan Juruselamat dibaptis oleh Yohanes Pembaptis yang di kalangan muslim dikenal dengan Nabi Yahya, seperti disaksikan di dalam ayat Alkitab:

13   Maka datanglah Yesus dari Galilea ke Yordan kepada Yohanes untuk dibaptis olehnya.

14   Tetapi Yohanes mencegah Dia, katanya: “Akulah yang perlu dibaptis oleh-Mu, dan Engkau yang datang kepadaku?”

15  Lalu Yesus menjawab, kata-Nya kepadanya: “Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah.” Dan Yohanespun menuruti-Nya.

16  Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya,

17  lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan: “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan.”

(Matius 3:14-17)

Sesuai dengan Matius 3:14-17 maka baptis adalah kehendak Allah. Adakah hal mengenai baptis disebutkan di dalam Al Quran?

Penyelidikan mendalam oleh beberapa muslim yang telah percaya kepada Isa Almasih dan menjadi muridNya mendapatkan bahwa ada ayat di dalam Quran yang mengajarkan tentang baptis, yang disebut dengan shibghah, sesuai yang ditulis di dalam ayat:

Sibghatallah(i) wa man ahsanuminallahi sibqataw wa nahnu lahu abidun(a)

Shibghah Allah, dan siapakah shibghahnya yang lebih baik dari shibghah Allah itu sendiri?

(QS 2 Al Baqarah: 138)

Arti dari shibghah adalah celupan. Jadi shibghah Allah adalah celupan suci dari Allah sendiri. Istilah shibghah dipakai oleh orang Arab modern untuk menjelaskan proses pewarnaan kulit dengan cara mencelupkan secara berulang-ulang kulit yang baru saja selesai disamak dan diputihkan ke dalam pewarna sedemikian rupa sehingga warnanya tidak lagi luntur alias permanen menempel pada kulit tersebut.

Foto Pencelupan Warna untuk Kulit (Proses Sibghah Kulit di Turki)

Foto Pencelupan Warna untuk Kulit (Proses Sibghah Kulit di Turki)

Sementara itu arti mula-mula dari baptis yang dilakukan oleh Yohanes Pembaptis adalah tindakan iman pencucian (washing) dosa sehingga dosa yang tadinya menempel lekat membuat orang terus menerus terikat dosa setelah diakui dan dibaptis/ dicuci/ dicelupkan/ dipermandikan siap dihilangkan. Dengan kata lain, dengan tindakan iman permandian tersebut hati orang tersebut telah dalam posisi bertobat sehingga ketika hendak bertemu dengan Yesus Kristus (karena pada saat tersebut Yesus Kristus dalam wujudnya sebagai manusia masih ada ditengah-tengah mereka) sudah tidak ada lagi perdebatan atau hati yang berontak. Posisi hatinya siap diisi oleh Yesus. Hal inilah yang membuat Yohanes Pembaptis dikenal sebagai orang yang berseru-seru di padang gurun “Persiapkan jalan bagi Tuhan” sesuai dengan nubuatan nabi Yesaya:

Sesungguhnya dialah yang dimaksudkan nabi Yesaya ketika ia berkata: “Ada suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya.”

(Matius 3:3)

Karena ada kemiripan dari sisi arti, maka kata baptis dapat diganti dengan kata shibghah yang ada di Al Quran untuk menunjukkan bahwa penerapan tindakan iman ini merupakan hal yang wajar bagi kalangan umat muslim. Sebab bila kondisi dibalik, bahwa yang di-shibghah atau yang dicelupkan adalah kain kotor, tidak ke dalam pewarna tapi ke dalam air yang bersih berulang-ulang maka kain yang kotor tersebut akan menjadi putih bersih. Hal tersebut sama saja dengan prinsip pencucian atau baptis.

Oleh karena itu, hendaknya sudah tidak ada lagi keraguan bagi kaum muslim yang telah percaya kepada Isa Almasih sebagai penebus dosa, Juruselamat, dan Tuhan yang hidup untuk dapat melakukan tindakan iman shibghah.

Untuk muslim yang percaya kepada Isa Almasih, menjalani shibghah adalah suatu kerinduan, supaya bukan lagi dosa yang memimpinmu (sebab dosamu sudah dihapus), tetapi Yesus Kristus, yang adalah firman Allah dan Roh Allah yang hidup, yang sekarang memimpin hidupmu.

Dengan percaya dan shibghah maka anda akan memiliki kepastian mutlak bahwa ketika hari Kiamat atau hari penghakiman nanti datang, namamu sudah tercatat di sorga.

Mari kita lanjutkan ke bab berikutnya mengenai “Doa Terima Yesus dan Shibghah.

Advertisements

About sahabatkebenaran

Berbagi cerita tentang kebenaran yang hakiki yaitu kebenaran yang tetap benar dulu sekarang besok hingga kiamat ketika dunia tidak ada lagi.
This entry was posted in Uncategorized and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s